Sabtu, 11 Februari 2012

surat untuk calon suamiku


Rumah bp aki dan ma nini, 26 november 2011

Assalamualaikum Wr Wb,
Apa kabarmu hari ini? Sudahkah hari mu diawali dengan rasa syukur atas segala nikmat yang telah ada di genggaman mu? Jujur ku menyukai karaktermu ini, aku percaya kau pria bertanggung jawab. Tapi walau saat ini aku bukan apa-apamu. Aku hanya ingin kau mencoba lebih teratur, untuk kesehatan mu. Dan pada akhirnya untuk masa depan kita. Kita pernah bicara saat kau mengutarakan maksud dan niat baikmu padaku. Disitu aku merasa kau telah menjadi bagian dari hidupku, disetiap hariku, ingin kubagi dengan mu, ingin ku ceritakan padamu, dalam setiap rencana-rencana masa depanku semuanya ku memasukanmu, menjadikan mu bagian dari hidupku.
Tahukah kau betapa Allah mencintaiku dnegan luar biasanya, Di beberapa waktu lalu aku ditempa menjadi dewasa, agar aku bisa lebih bijak menyikapi kehidupan, Agar aku lebih siap mendampingimu, meskipun dalam perjalanannya banyak keluh kesah dan rasa putus asa menyergapiku. Namun kini kurasakan semuanya lebih baik.
Kadang aku bertanya? Mengapa Allah tepat mengujiku dibagian terapuh dalam hidupku. Kini ku tahu jawabannya.
Allah tahu dimana aku kembali untuk mengingatnya, kembali untuk mencintainya.
Ujian demi ujian, Insya Allah membuatku lebih tangguh. Sehingga suatu saat nanti kau akan bangga memilikiku. Kuharapkan dimasa lalu pun banyak hikmah yang dapat menjadikanMu lebih tangguh, baik dan bersama belajar denganku. Hingga aku pun bangga memilikimu.
          Apa yang kuharapkan dari mu adalah kesalihan dan selalu berusaha membuat aku merasa dicintai, rasa cintamu yang tulus untukku semoga membuatmu selalu mencintaiku dengan banyak hal yang terkait dengan ku dimasa lalu, saat ini dan diwaktu yang akan datang. Jika kau melihatku hanya kecantikanku, pasti kau akan merasa kecewa dan sia-sia. Maka itu bimbinglah aku agar aku tak mempercantik diri saja tetapi mempercantik sikapku untuk membahagiakanmu.
          Aku masih haus akan ilmu, Namun berbekal ilmu yang ada saat ini…
Aku berharap menjadi istri yang dapat keridhaan dari Allah dan dari mu suamiku.
          Ke dua orangtuaku telah tiada, bantu aku menjadi anak yang shalihah bagi mereka. Dimana ketika aku memanjatkan doa, akan didengar oleh Allah, ketika aku berdoa memintakan dilapangkan alam kuburnya, diampuni segala dosa-dosanya dan diterima segala amal baiknya, dan segala kebaikan yang kubuat pun dapat menjadi amal baik bagi mereka yang telah mendidikku.
          Terimalah aku cintailah aku beserta keluargaku yang telah mencintai, mendidik, dan berbuat baik dan memberi banyak hal untukku, pahami aku dan berusahalah memahami mereka,  seperti aku ingin mengenal, memahami dan mencintai keluarga mu. Dan menjadikan orangtua mu sebagai orangtuaku juga,  belajar memulikan mereka, dimana saat pemahamanku, waktuku belum dapat memulikakan, melakukan yang terbaik bagi orangtua kandungku. Dapat kuberikan bagi orangtuaku yang lain.
          Suatu saat nanti ketika aku menjadi istrimu, Aku ingin menjadi istri yang shalihah dengan berusaha menjadi istri yang baik, setia, tunduk terhadap perintahmu, amanah dan sabar dalam menghadapi permintaan-permintaan mu, selama tak bertentangan dengan agama. Harapanku aku menjadi terbaik bagimu dengan menjadi istri shalihah dan dapat menjadi bidadari mendapingimu yang sholeh.
          Aku yakin kau yang kubutuhkan, meski nanti kau bukan yang kuharapkan.
          Bila dihari nanti hanyalah tempat sederhana untuk kita bernaung, buatlah aku bersabar menjalaninya, mendampingimu dengan sikapmu yang mulia, yang menjadikan tempat itu indah ketika dihiasi cinta dan kasih didalamnya.
          Dan ketika mendapat rezeki keturunan, semoga kita senantiasa belajar dan berusaha untuk menjadi orangtua, bantu aku dalam mendidik mereka dengan harta yang halal, dengan ilmu yang bermanfaat dan mananamkan pada mereka ketaatan kepada Allah.

          Aku percaya ….
          Bunga akan indah pada waktunya, akan bermekaran menghiasi taman. Di waktu ini aku sedang mempersiapkan diri ini sebaik-baiknya. Untuk menyambut kehadiranmu dalam kehidupanku.
          Itulah yang kini kuhadapi belajar memahamimu, sama halnya denganku, kau pun mau belajar memahamiku.
          Ingin mempersembahkan diri ku seutuhnya, saat ini dan nanti. Dan Ku harap kau pun seutuhnya untukku diwaktu ini dan nanti.
          Bantu aku menjaga perasaan, rasa kasih yang telah tumbuh agar tak menghilang dan mekar sebelum waktunya, atau mungkin layuu dan matii..
Wasslamulaaikum Wr Wb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar